Tuesday, December 22, 2009

Teknologi Mutakhir Kapal Perang

Penah dengar KRI Diponegoro? KRI Diponegoro termasuk jajaran kapal perang milik TNI AL yang tercanggih (paling ngga, terbaru). KRI Diponegoro dengan nomor lambung 365, merupakan kapal perang jenis korvet (lebih besar dari kapal patrol).


Sayangnya KRI mutakhir ini masih dibangun di Belanda, PT PAL ya memble aje.

KRI Diponegoro memiliki beberapa kembaran, yaitu KRI Hasannudin, KRI Iskandar Muda, dan KRI Frans Kaisiepo.

Sekarang kita melihat ke perspektif yang lebih luas, kapal perang termutakhir di dunia, yang tentu saja dimiliki sama Amerika. Sejauh yang saya tahu, kapal perang termutakhir yang dimiliki USA adalah kapal perang kelas Freedom dan kelas Independence.



Saya lebih suka tongkrongan kelas independence, karena model trimarannya (3 lambung), menjadikan sosok kapal kelas Independence kelihatan futuristic.




Kapal perang-kapal perang LCS ini masih dalam tahap pengembangan, well, saya gak bisa bayangin gap teknologi yang begitu jauh antara TNI AL dan US Navy. Dare you compare other war technology? ;)

Friday, December 18, 2009

“Photoluminescence” Avatar!

A Psychedelic experience.


Wow!.


Am I dreaming?


Ok, that is what I was thinking when I watched Avatar's sneak preview at Golden Village Wednesday night, 16/12/09.

So there is a planet called Pandora which has a highly valuable mineral, I forgot the name, but the price per kg is around 20 million US dollar. That is why those earth people come to Pandora. Unfortunately, million dollars mineral is buried under a god tree of native people of Pandora, the Na'avi.

Just put it like this, it is like Asmat tribe or Dani tribe in Irian/Papua, who own the land full of gold in Papua Province, is tried to be "relocated" by PT Freeport.

In the film, the relocation strategy is failed. well, then killing them is the next strategy. pre-emptive (remember GW Bush?)

Relocation strategy here is putting the avatar of earth people in to the Na'avi tribe, try to assimilate, learn the language, and eventually persuade the Na'avi to leave the land.

Avatar is a clone of Na'avi with gene from the earth people. One of the avatar is ex-marine (Jake Sully, by Sam Worthington) who replace his died scientist brother, but this guy is disabled, unable to walk.

Being able to walk again (through his avatar), then meet a blue-skinned-model-body woman of Na'avi (Naytiri, Zoe Saldana), this ex marine guy just doesn't want to return to inhumane heartless earth people.


So that is it, he just disserted and fight back the earth people and then leave his human body to become one of the Na'avi.


The visual of this movie is stunning, especially in 3D. I felt like I wanted to touch the glow in the dark plants, animals, and the debris after the fire of the biggest tree in the Pandora. It was just amazing.

Monday, December 7, 2009

Minnnnnyaaaaak!!!

Minyak dan gas sekarang memang masih menjadi sumber energy utama di Indonesia, dari mulai bikin tempe goreng, sampe pembangkit listrik.

(Manusia yang semakin langka, tukan minyak keliling. courtesy of liputan 1)

Tahukah anda kalau Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai industri minyak tertua di dunia? Industri perminyakan Indonesia sudah dimulai waktu di jajah Belanda, sekitar tahun 1883, nama perusahaannya Koninklijke Nederlandsche Maatschappij tot Exploitatie van Petroleum-bronnen in NederlandschIndi (panjang bener namanya, intinya kalo ke POM bensin liat tulisan SHELL, nah itu dia yang dimaksud). Eksplorasi minyak sendiri secara modern baru dimulai sekitar tahun 1825 di Russia.

Dan Indonesia bergabung dengan OPEC (kartel minyak dunia) sekitar tahun 1962, setahun setelah OPEC berdiri, dan keluar dari OPEC akhir tahun 2008. OPEC sendiri memiliki cadangan minyak sekitar 2/3 dari cadangan dunia dan sekitar 33% produksi minyak dunia.

Sejak Maret 2004 Indonesia merupakan net importer minyak, dan import minyak dan turunannya sekitar 360 ribu barrel/hari pada tahun 2009 (1 barrel kurang lebih= 159 liter). Yang beli adalah BPH Migas (badan pengatur hilir) dan agennya ya Pertamina.

Yang terlihat cerah sepertinya Industri gas alam dan batu bara, yang terus mengalami peningkatan produksi.

Indonesia mengimpor minyak mentahnya kebanyakan dari Timur Tengah, dan produk dari minyak mentah dari Singapura dan Malaysia (tapi sebagian besar diproses di kilang Pertamina).

Cadangan minyak Indonesia (proved reserve) sekitar 0.3% dari cadangan dunia, dan lebih kecil dari Malaysia, yang mencapai 0.4% (kok bisa ya?). total produksi minyak mentah Indonesia mencapai 1.2% dari total produksi dunia, lebih besar dari Malaysia yang sebesar 0.9% (BP Statistical review).

Sedangkan ekspor minyak Indonesia utamanya minyak yang berkualitas tinggi, yaitu Minyak Minas (Riau)(termasuk minyak light-sweet, derajat API tinggi, kandungan belerang rendah), umumnya diekspor ke jepang dan korea selatan.

(monument pengeboran minyak di Minas)

Terus berapa sih perincian harga bensin yang anda bayar?

ref: OPEC

Say harga bensin pertamax (non subsidi) Rp 7000.

Harga minyak free on board: USD 70/barrel = USD 0.44/liter

Biaya transport dll: USD 2 dollar/barrel = USD 0.013/liter

Total harga pertamax sebelum keuntungan adalah:

= 0.44+0.013= USD 0.453 atau sekitar Rp. 4250, jadi margin keuntungan Pemerintah sekitar Rp. 2750, lumayan lah.

Kalo Premium? Harganya kan sekarang Rp 4500, terus apanya yang disubsidi ya? kan katanya premium disubsidi, dan subsidi BBM sebesar 33 trilyun sodara sodara. Ga tau lah, tanyakan lah pada rumput yang bergoyang…. :D

dapat feedback dari Om Andi Trinanto di pesbuk, untuk Indonesia, perhitungannya secara spesifik adalah:

menghitung harga keekonomian premium itu dari harga rata-rata di Asia (yg dihitung dari MOPS = Mean of Platts Singapore, yg dikeluarkan oleh badan publikasi Platts yg ada di Singapore) plus alpha (biaya pengadaan & operasional, biasanya dalam bentuk persen, kalo ga salah pemerintah netapin 10%). MOPS biasanya plus $10-$15 dari harga minyak mentah.
jadi itung-itungannya :
MOPS + 10% = 80 + (10%x80) = $88/barrel.
1 barrel = 159 liter, jadi $0.5535/liter...
kurs hari ini 1$ = Rp. 9500, jadi Rp. 5258/liter..ini baru harga dasar.
belum ditambah pajak penjualan 10% (CMIIW), jadi total = Rp. 5784/liter.

setelah saya googling lebih lanjut, ternyata memang perhitungannya bikin otak kram juga, karena rumit bin njelimet, coba lihat perhitungan menurut Kwik Kian GIe:

Biaya lifting, refining dan transporting keseluruhannya US$ 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter dan 1 US$ = Rp 10.000. Jadi biaya lifting, refining dan transporting = (10 : 159) x Rp 10.000 = Rp 628,93 atau kita bulatkan saja menjadi Rp 630 per liter. Kalau Rp 4.500 per liter bensin kita jadikan harga minyak mentah per liter, maka harga baru yang Rp 4.500 harus dikurangi dengan keseluruhan biaya tersebut atau Rp 4.500 - Rp 630 = Rp 3.870 per liter. Per barrelnya menjadi Rp 3.870 x 159 = Rp 615.330. Dijadikan dollar AS dengan kurs Rp 10.000 per dollar AS, bensin premium yang harganya Rp 4.500 per liter ekuivalen dengan 615.330 : 10.000 = US$ 61,53.

tapi seperti yang dibilang Purnomo Yusgiantoro waktu dia menjabat Mentri Energi dan SDM, naik turunnya harga BBM ada lah keputusan politik. NAH LOH!! (tambah kram otak kan? gila kan)

(mulai dari nol ya Pak? Kata petugas POM bensin di rest area waktu kemaren pulang kampung)

Ngebor!

Emang Inul aja yang bisa ngebor, nyari minyak juga harus bisa ngebor dong he…he…

Ngebor minyak memang tak semudah goyang ngebor, soalnya butuh biaya banyak banget dan waktu yang cukup lama, dari mulai pemetaan bawah tanahnya, terus di cek data-data dari survey/pemetaan itu, kalopun misalnya datanya kelihatan ok dan memenuhi beberapa persyaratan buat dibor, bisa jadi yang dibor itu sumur kosong, alias ga ada isinya, alias isinya cuma air. Kasian kan yang ngebor? Keluar biaya banyak, eh ga ada minyak. Biaya perhari ngebor minyak lepas pantai (dangkal) kira-kira USD 80 ribu/hari.

Jadi tahapannya:

  • Survey Geologi dan Geofisika

  • Eksplorasi (ngebor buat nentuin ada minyaknya apa cuma air asin)

  • Eksploitasi (ini ngebor minyak beneran)

Nah, kalo ngebor di darat itu seperti ini

Selanjutnya saya pengen ngomongin ngebor di laut, ya basah-basah dikit lah.

Pengeboran lepas pantai (offshore) juga dibagi bagi beberapa kategori;

  1. Laut dangkal (shallow water, sampai dengan 200m)

  2. Laut dalam (deep water, 200-1000m)

  3. Dalam banget (ga tau istilah bahasanya, tapi englishnya, Ultra-deepwater, pokoknya lebih dalam dari 1000m)

Ilustrasinya seperti dibawah ini (termasuk ngebor di darat):




  1. Land rig (ngebor didarat)
  2. Fixed Platform (ngebor di laut dangkal)
  3. Jack Up (laut dangkal juga)
  4. Semi-Submersible (laut dalam)
  5. Drillship (laut dalam)
  6. Tension Leg Platform (Ultra deep water, laut dalam banget)

Tentu saja, ini secara umum, soalnya, platform pun bisa didesain untuk laut yang lebih dalam dari 200m (compliant tower) dan jack up juga bisa di desain melebihi kedalam standar. Tinggal pinter-pinter si insinyur yang design lah.



Alright, tulisan berikutnya kita bahas satu-satu deh, dari mulai si platform sampe TLP.

(dari berbagai sumber)

Wednesday, December 2, 2009

HeadPhones

i have used quite a lot headphones/earphones, well especially the cheap one :D. it was started i think when i got my first mp3 player when in ITS, Creative Muvo V100.

this mp3 player came with its own earphone, but i didn't like the fact that sometimes it is difficult to attach the earphone to my ear. sound was Ok, just not comfortable for my ears.

then i bought a pair of logitech playgear mod.it wraps around your neck (behind the neack headphone), so it is great when you wear hat, but it is uncomfortable if you want to rest your head. sound was Ok, but the problems were those rubber grey clips (that hold the headphone to your ears) would start to have some crack (just like if you have tyre then you leave it under the sun) overtimes, then splitted in two, the worst part was the plastic that wrap your neck, broken in to two pieces. and bye bye play gear mod.

i think after that logitech, i used philips earphone, something like this, but cheaper model i used.it was not comfortable to my ears, if you wear it too long, it will squeeze your ears.

then, i found a best affordable headphone, Senheisser PX100. it is simply the best, and still working until now (i've been keeping it around 5 years, and using it sometimes). great sound, good balance between bass and treble.
unfortunately, the sound insulation is not good, you have to turn up volume if you are in crowded or noisy place. and the ear pad is easily torn off. but it is considered cheap headphone for some, although i had to save money to buy it :D it was around 600.000 rupiah. and you have to know my monthly allowance was just around 500.000 rupiah :>

and then i used earphone from my sony K750,W950, Samsung i450.....

several months ago i bought a pair of Creative EP630

sounds quality is ok, but the cable is bad. the cable just peeled off near the jack. and bye bye EP630.

then i use iPhone earphone (c/w the iPhone).i think sound is good, but it is hard to attach the earphone to my ears, very uncomfortable.

so i decided to buy a new earphone, after i did quick research, i decided to buy a quite cheap, SGD 40, a pair of MP21 from Soundmagic, the black one.

Wow, the sound is great! good bass, good treble, very balance. and it acts as a handsfree also (got mike there). sound insulation? ofcourse, it is in-ear headphone.

so, i think i'm going to use the MP21 a lot.

(whoa, i used so many headphones.... oh, i think i still keep the Muvo V100, or at least the USB part not the battery part)

Saturday, November 21, 2009

Ketoprak (bukan) Humor

Fokusnya kali ini cerita terbentuknya Tim 8 sampe nanti kisah ini akan di tutup setelah hari senin, 23 November 2009.

  • Senin, 2 November 2009. a grand opening.
sumber
  • Kamis, 5 November 2009. keep the pace.
sumber
  • Senin, 9 November 2009. antiklimaks.
sumber
  • Selasa, 17 November 2009. i can guess the ending.
sumber
  • Rabu, 18 November 2009. getting nowhere.
sumber
  • Senin, 23 Nopember 2009. Eng ing eng..... wwwwhat did he say?

tim 8 dibentuk untuk memverifikasi fakta kasus kriminalisasi KPK. jadi setelah fakta diverifikasi dan you-know-who tidak juga ambil tindakan, WHY ON EARTH did he create the team of 8?

jadi setelah tanggal yang dijanjikan, hari senin tanggal 23 Nopember 2009, masayarakat masih harus mencerna kata-kata dari presidennya. terlalu bersayap dan terlalu "play safe". seperti ditulis di status pesbuk temen saya, novel Dan Brown berikutnya adalah "The SBY Code". spot on.

if, say, presiden mau menghentikan kasus ini, implikasinya adalah, seperti rekomendasi tim 8, semua pihak yang memaksakan kasus ini untuk di bawa ke pengadilan, harus di HUKUM. berhubung beliau ini ga bilang apapun masalah menghukum pihak yang memaksakan kasus Bibit - Chandra, artinya kasus ini kembali terserah Polri dan Kejaksaan. jadi apa bedanya ada tim 8 dan ngga? jadi apa gunanya memberikan pidato yang membingungkan? i hope i'm wrong.

Monday, November 16, 2009

"Kapitalismus: eine Liebesgeschichte"


"Capitalism: a Love Story" another mockumentary from Michael Moore, about how cruel capitalism can be on ordinary people.

alright, kita gak akan membahas film itu lebih jauh, karena obviously, damage has been done, tapi kita lihat ke negara kita sendiri, Indonesia.

sila ke 5 Pancasila adalah "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", yep, that's right, we have it in our so called "dasar negara" or pillar of the nation.

jadi, dengan adanya sila itu, negara kita sudah berkeadilan sosial kah sekarang?
sebentar, apa sih keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu?

ini kutipan dari pasal 33 dan 34 UUD 45 hasil amandemen terbaru:

BAB XIV

PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

Pasal 33

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Pasal 34

(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

jadi, buat coret-coretan diatas kertas, apa yang sudah dilaksanakan oleh negara dari beberapa poin diatas dan apa yang belum, dan jawaban dari "apakah kita sudah berkeadilan sosial" akan terjawab :)

di film itu juga, Michael Moore mengangkat second bill of right yang dibuat oleh Franklin D Roosevelt pada tahun 1944, yang isinya mempunyai semangat yang sama dengan "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia". second bill of right never become a bill.

potongannya:

In our day these economic truths have become accepted as self-evident. We have accepted, so to speak, a second Bill of Rights under which a new basis of security and prosperity can be established for allregardless of station, race, or creed.

Among these are:

The right to a useful and remunerative job in the industries or shops or farms or mines of the nation; The right to earn enough to provide adequate food and clothing and recreation;

The right of every farmer to raise and sell his products at a return which will give him and his family a decent living;

The right of every businessman, large and small, to trade in an atmosphere of freedom from unfair competition and domination by monopolies at home or abroad;

The right of every family to a decent home;

The right to adequate medical care and the opportunity to achieve and enjoy good health;

The right to adequate protection from the economic fears of old age, sickness, accident, and unemployment;

The right to a good education.

All of these rights spell security. And after this war is won we must be prepared to move forward, in the implementation of these rights, to new goals of human happiness and well-being.